Hohoho… klo liad judul di atas, mungkin temen2 yang baca mengira bahwa wewenk punya tips dan trik khusus untuk memformat partisi harddisk dengan cara yang aman.

Sebenernya gak seperti itu sih. Maksud wewenk disini hanyalah untuk sekedar mengingat2 kembali, ketika timbul masalah pada Harddisk kita, apakah itu data yang tidak terbaca, corrupt atau bahkan terjadinya bad block atau bad cluster, yang ujung2nya data kita tidak terbaca, file yang sudah disimpan rusak, bahkan saat writing atau menyimpan file, terjadi error yang menyatakan “cannot write to drive…”

Nah… disini wewenk sedikit menyampaikan pemikiran wewenk, mengenai cara yang aman bagi wewenk untuk memformat Harddisk.

Sepadangnya (Kalau buat orang Yogya pastinya Seyogyanya), Harddisk ketika kita pertama beli dari toko atau distributornya, diberikan kepada konsumen dalam keadaan kosong atau belum ter-partisi dan belum terformat. Mengapa demikian? Tujuannya adalah agar si konsumen bisa memilih sendiri format yang diinginkan sesuai dengan sistem operasi komputer yang digunakannya. APakah itu sistem operasi keluaran Microsoft, Unix, atau Apple, atau dan lain-lain kalau wewenk lupa.

Sekilas memang tidak ada beda atau pengaruh yang siginifikan terhadap kinerja Harddisk, ketika kita memformat Harddisk dengan cara apapun.

Ketika kita memformat harddisk, kita diberikan pilihan untuk memformat dengan cara quick atau normal. Dengan cara quick, harddisk akan diformat oleh system secara global dengan mengakumulasikan keseluruhan jumlah cluster dalam satu partisi, tanpa memeriksa kesiapan satu per satu cluster/block untuk menerima data. Nah, biasanya kebanyakan dari kita memformat harddisk dengan cara ini untuk menghemat waktu. Dengan cara ini, dalam beberapa detik saja harddisk sudah siap digunakan untuk mengisi data.

Berbeda dengan cara normal, harddisk akan diformat dengan memeriksa kesiapan satu per satu cluster untuk menerima data. Dengan kata lain, system format akan mengetes apakah ada kerusakan pada masing-masing cluster. Jika ditemukan kerusakan, cluster tersebut langsung ditandai sebagai bad cluster sehingga tidak akan pernah ditulisi data.

Bukankah hal ini sepele?? Sepele tapi penting. Pernahkah terpikir oleh anda, bahwa tidak semua produksi pabrik yang sempurna? Tidakkah ada kemungkinan ada harddisk tersebut sudah mengalami kerusakan 1 atau beberapa cluster, lama sebelum kita memformatnya? Bisa menyusahkan bukan, jikalau harddisk sudah diformat quick, lalu telah terisi system. Ketika kita menginstall salah satu program tiba2 keluar pesan error, “Cannot write to drive C…” Nah lho???

Nah menurut wewenk, baiknya kita memformat harddisk dengan cara normal sehingga kita bisa menjalankan system dengan aman. Bagaimana dengan teman2??