Kemarin, kira-kira pukul 11 di siang hari yang lumayan cerah itu terdengar suara Sirine yang berbeda dari bunyi sirine Truk Pemadam Kebakaran, dan berbeda juga dengan sirine Ambulance, apalagi dengan Sirine Mobil Patroli Polisi jauh banget.

Setelah satu sirine panjang, terdengar suara perempuan yang berkata kira-kira seperti ini:

Ini adalah Suara Peringatan Dini Tsunami…

Glek… kaget… gak ada gempa kan kemarin? Buru2 ngecek situs www.bmg.go.id ternyata benar gak ada tercatat gempa.

Tapi ternyata setelah itu terdengar lagi suara yang sama, namun setelah mengucapkan kalimat yang sama seperti di atas, suara itu menyambungnya dengan:

Ini adalah tes…

Alhamdulillah, lega jadinya. Emang sih, tanggal 10 November yang lalu pada pukul 15.58 WIB sempat terjadi gempa pendek dengan magnitude 5,8 pada skala richter.

Dan usut punya usut, ternyata kemarin itu terjadi teleconference antara Muspida Provinsi Sumatera Barat dengan Presiden RI, yang mana katanya Bapak Presiden ingin mengetahui kesiapan Provinsi Sumatera Barat dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami. (Buset dahh.. Presiden ngedoain kita kena tsunami apa yak??)

Ujicoba sirine pertama kali itu merupakan ujicoba serentak sirine yang sudah didirikan sejak dua tahun lalu di lima provinsi pesisir rawan tsunami di Indonesia. Kelima provinsi adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, dan Bali.

Pembunyian sirine dilakukan melalui telekonferensi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Jakarta dengan gubernur kelima provinsi. Di Padang, gubernur mengundang kepala daerah dan pimpinan DPRD keenam kota dan kabupaten tempat sirine dibuat ke kantor Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana di belakang Kantor Gubernur.

Di Sumatera Barat, kelima sirine tsunami berdiri Padang (GOR Haji Agussalim), Padangpariaman (Cimpago), Agam (Tanjung Mutiara, Tiku), Pasaman Barat (Sasak), dan Pesisir Selatan (IV Jurai). Jangkauan bunyi sirine hanya radius 2 sampai 3 km.

Sedangkan satu sirine lagi di Pariaman tidak bisa digunakan karena rusak disambar petir sejak dua bulan lalu dan kini sedang diperbaiki.

Lucunya nih, wewenk aja yang sempat kaget denger itu sirine, warga sekitar taunya biasa-biasa aja. Nggak nanggepin sedikitpun. Mungkin sudah pada aware klo itu cuma testing. Atau karena emang suara sirine tersebut yang kurang kenceng sehingga tidak terdengar oleh orang-orang yang berada cukup jauh dari sirine tersebut.

Jadinya, mulai kemarin akan senantiasa dilakukan tes membunyikan suara sirine tersebut, yaitu setiap satu kali sebulan pada tanggal 26 pada Pukul 10.00 WIB.