Karyawan Super Sibuk dalam Pemilu Super Error
Aduh… aku jadi karyawan super sibuk nih… blog ini jadi lumayan terbengkalai… jangankan buat ngenet… mandi aja jadi 1 kali sehari.. hihihihi….
Maklum deh… kan dalam suasana pemilu. Mulai dari masa kampanye kemarin, aku dah dibikin jadi sibuk banget. Apalagi belakangan ini, pasca kampanye, aku jadi harus memonitor hasil perhitungan suara dari berbagai sumber. Baik itu dari saksi parpol-ku sendiri, bahkan dari pengurus-pengurus partai di tingkat Kabupaten/Kota.
Ya.. aku memang karyawan super sibuk dalam Pemilu yang super error. Foto disamping diambil ketika aku menjadi saksi pada Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2009 Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Kamis lalu.
Pemilu 2009 ini memang patut dapat dua jempol diputer kebawah. Buuuuuuuuuuuuuuuuuwww…. memalukan memang. Mulai dari penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kedodoran sampai-sampai banyaknya terdapat pemilih fiktif. Yang bikin tambah aneh, masyarakat sekitar kita semakin banyak yang kehilangan hak pilihnya, belum lagi gelombang arus sekelompok orang yang menyatakan diri sebagai Golput atau memang berniat untuk sama sekali tidak ikut memilih. Namun jumlah suara sah di beberapa daerah justru semakin bertambah.
Nah… selama seminggu kemarin aku menjadi saksi utusan parpol-ku untuk mengikuti Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2009 di Aula Kantor Gubernur Sumbar. Dari pagi sampe paginya lagi aku pantengin terus itu acara. Tiga hari berturut2 aku menyiksa diri menatap layar laptop.
Dari rekapitulasi tersebut, aku mencatat beberapa temuan yang sangat ganjil dalam penghitungan suara tsb.
Pertama, Jumlah suara sah yang tertulis pada Berita Acara Penghitungan Suara, berbeda jauh dengan jumlah pada Lampirannya. Dimana lampiran tersebutlah yang menjadi sangat krusial, yaitu berisi laporan besar suara partai politik berserta calegnya, yang jika dijumlahkan otomatis lewat komputer maka jumlah suara sah menjadi berlebih sekitar 600 atau lebih suara. Berarti ada 600 lebih suara yang ikut menguntungkan partai tertentu.
KPU Kabupaten/Kota ketika melaporkan hal tersebut di hadapan puluhan saksi parpol dengan seenaknya merubah data pada Berita Acara dengan angka suara sah yang tertera pada lampiran.
Benar-benar Pemilu yang bobrok.
Sayangnya, dalam penugasanku sebagai saksi, prinsipnya adalah selama suara parpol-ku tidak terganggu, tidak ada complain… hahaha…





ya saya setuju!
pemilu 2009 kurang memuaskan!