hanya blog biasa
Air Mancur Lembah Anai Marah?

Air Terjun wisata yang dinamakan Air Mancur Lembah Anai yang berada di kawasan Lembah Anai di jalan raya Padang – Padang Panjang, – Bukittinggi merupakan tempat wisata yang sering menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan lokal, luar provinsi maupun manca negara.
Banyak yang mengabadikan tempat tersebut dalam gambar. Seperti salah satu di samping ini yang diambil melalui google images.
Namun, daerah lembah anai merupakan kawasan rawan sekali terjadi longsor. Sudah berkali-kali terjadi longsor di daerah tersebut. Ditambah lagi setelah dihoyak gempa bumi yang berkali-kali terjadi di wilayah Sumatera Barat. Terakhir adalah Gempa 30 September 2009 (30092009) yang mungkin menjadikan wilayah tersebut semakin rapuh.
Kemarin, 30 Maret 2010 (30032010) hujan dengan volume tinggi telah menguyur daerah tersebut dan merobah tempat wisata itu menjadi tempat wisata bencana.
Berikut adalah kutipan berita dari vivanews.com:
Longsor yang menghantam kawasan cagar alam Lembah Anai yang terjadi di 20 titik, mengakibatkan jembatan air mancur putus. Kondisi ini mengakibatkan jalur utama Padang menuju Riau terputus selama satu minggu ke depan.
Saat ini tim SAR dengan sejumlah alat berat terus bekerja membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan. Diperkirakan kerugian akibat banjir dan longsor ini mencapai miliaran rupiah.
“Satu minggu ke depan diperkirakan jalur darat tersebut tidak bisa dilewati kendaraan,” kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumbar, Ade Edwar, Rabu, 31 Maret 2010.
Selain merusak dua jembatan, material longsor juga menimbun badan jalan di belokan menuju tanjakan Silayiang.
Menurut Ade, longsor terjadi akibat struktur bukit batu yang bergeser, akibat guncangan gempa 7,9 Skala Richter akhir September 2009 lalu. Gempa besar mengakibatkan kondisi perbukitan di cagar alam tersebut retak-retak sehingga menimbulkan kerenggangan yang bila tergerus air akan mengakibatkan longsor.
Saat ini, jalan dari Padang menuju Bukittinggi dialihkan menuju Solok melewati Danau Singkarak dan jalur alternatif lainnya yang melewati Danau Maninjau, Kabupaten Agam. Kondisi ini memakan waktu lebih dibanding melewati jalur utama melewati Lembah Anai.
(Gambar diambil dari Harian Padang Ekspres)
| Print article | This entry was posted by wewenk on 31 March 2010 at 10:48, and is filed under Berita dan Cerita. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |










about 1 year ago
Pertama kalinya Ortu kami membuka lahan di Lembah Anai tahun 1960 utk pabrik kertas tahun sampai tahun 2000 batang Anai tidak pernah banjir seperti sekarang, karena ekosistem diatas kawasan Lembah Anai belum dijamah oleh tangan2 oknum yang tidak bertanggung jawab.
Masalah gempa dan longsor dua hal yang berbeda penyebabnya, kami mengharapkan Pejabat terkait jgn asal ngomong tanpa ada penelitian, krn beberapa kali gempa di Sumbar tidak merusak permukaan jalan, bergesernya pondasi jembatan KA, rontoknya batu2an pada tebing2 sepanjang jalan di Lembah Anai, termasuk bangunan reot kami di sana tidak mengalami kerusakan.
Masalah longsor & banjir di Lembah Anai ini disebabkan kerusakan lahan kawasan hutan lindung dan kawasan Wisata alam Lembah Anai (mega mendung), kami menduga kerusakan kawasan Lembah Anai ini disebabkan adanya pembiaran & ketidakmampuan penjagaan hutan lindung oleh Polsus hutan, padahal kelestarian alam pada Kawasan Wisata Lembah Anai harus kita jaga dgn baik.
Melalui tulisan ini diharapkan Pemda mengambil langkah konkrit untuk menetapkan Kawasan Lembah Anai sebagai “Kawasan Wisata Terpadu yang bernuansa lingkungan” dimana Kawasan Wisata terpadu ini langsung dikelola dan diawasi oleh Pemda Sumbar dan Pemkab Tanah Datar.
Tujuan ditetapkan Kawasan Lembah Anai sebagai sebagai kawasan Wisata Terpadu adalah ;
1. Pembangunan harus sesuai masterplan kawasan
2. Pengawasan hutan sekitar kawasan lebih ketat, agar kelestarian kawasan alam wisata dapat dijaga dgn baik.
3. Mempermudah investor membangunan industri pariwisata di Lembah Anai.
4. Pembangunan industri pariwisata berwawasan lingkungan
Semoga tulisan ini dibaca oleh penjabat terkait, agar kelestarian kawasan Lembah Anai dapat dijadikan sebagai KUNJUNGAN WISATA ALAM DI SUMBAR.
Terima kasih